Kamis, 27 September 2012
7 tips untuk mendukung hobi fotografi anda:
1. Bersahabatlah dengan kamera anda
Kamera anda adalah senjata pamungkas anda dalam berpetualang di rimba fotografi ini. Jadi, luangkanlah waktu anda untuk lebih mengenal kamera digital anda, dan bersahabatlah dengannya.
2. Perlakukan kamera digital anda seperti pacar anda
Anda harus mulai belajar untuk menyayangi kamera anda. Pelajarilah cara memegang kamera yang benar, cara merawat lensa yang tepat, bagaimana mengubah fitur, menggunakan lampu kilat secara tepat, dan lain sebagainya. Dan juga belajarlah untuk mengetahui aksesoris yang dapat melengkapi keanggunan kamera anda, seperti tripod, lensa, dan aksesoris lainnya.
3. Pelajari karya fotografer lain.
Dengan mempelajari karya fotografer lain, pengetahuan anda tentang fotografi akan meningkat pesat dan juga akan memberikan inspirasi baru untuk anda.
4. Bergabung dengan komunitas fotografi.
Ada banyak ide baru danteknik baru yang up-to-date yang bisa anda dapatkan dari sebuah komunitas. Dengan menjadi anggota komunitas fotografi, anda berkesempatan untuk belajar langsung dengan ahlinya dan ini lebih baik daripada sekedar berlatih dengan cara membaca dan membaca.
5. Potret objek yang sama dengan berbagai variasi pemotretan.
Berlatihlah untuk memotret dengan berbagai jarak potret yang berbeda, perspektif yang berbeda, kondisi cahaya yang berbeda, dan lain-lain. Dan juga pelajari perbedaan dari foto-foto yang diambil dengan cara yang berbeda.
6. Publikasikan karya anda ke orang lain.
Hasil kerja anda dapat dinilai baik atau buruk bila sudah ada orang lain yang beropini tentang karya anda tersebut. Dengan mempublikasikannya, anda dapat mengetahui kelebihan dan juga kekurangan dari hasil pekerjaan anda berdasarkan hasil kritik dari orang lain. Sehingga, anda dapat meningkatkan kemampuan anda menjadi labih baik.
7. Berlatihlah dengan perlengkapan fotografi yang murah terlebih dahulu.
Pada awalnya, anda tidak perlu menghabiskan dana 20 juta rupiah untuk membeli perlengkapan fotografi yang serba canggih dan serba terbaru. Berlatihlah terlebih dahulu dengan kamera yang murah. Kalau ilmu anda sudah mulai terasah dan anda sudah cukup percaya diri, barulah anda dapat membeli peralatan yang lebih baik untuk mendukung hobi Anda.
Semoga tips diatas dapat membantu anda yang memiliki hobi fotografi. Memang tidak mudah untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hobi ini, dan memang hobi ini juga membutuhkan biaya yang besar.
Bila anda memilki tips lain yang berkaitan dengan hobi fotografi, silahkan sharing melaui komentar dibawah, sehingga kita berdiskusi bersama.
Levitasi
Levitasi, yaitu teknik fotografi yang membuat seseorang atau objek solah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.Foto levitasi berbeda dengan jump shot yang sering menunjukkan ekspresi muka dan sangat terlihat sedang melompat. Untuk melakukan teknik levitasi ini, caranya hampir sama dengan teknik jump shot, yaitu pengambilan gambar dilakukan ketika objek sedang melompat dan melayang, hanya saja, Levitasi lebih menekankan objek untuk seolah-olah terlihat melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi muka.
Berikut tips untuk membuat foto levitasi:
1. Levitasi tanpa editing bisa dilakukan dengan menggunakan kamera DSLR, kamera pocket, bahkan kamera handphone (menurut pengalaman saya, kamera handphone kurang mantap, karena hasil foto sering blur dan minim cahaya)
2.Bila menggunakan kamera poket biasa, bisa memilih mode sport, atau mode yang mekhususkan kecepatan tinggi dalam memotret, agar objek /model tidak terlihat blur(kabur) bila melompat dengan cepat.
3.Pastikan objek/model tidak banyak menampakkan ekspresi muka dan usahakan seolah-olah melayang, agar terlihat elegan.
4.Gunakan tempat-tempat yang istimewa atau yang unik agar menambah keindahan hasil foto levitasi.
5.Berbagai macam aksesoris bisa digunakan dalam levitasi, misalnya balon (model seakan-akan tertarik oleh balon), sapu ( model menunggangi sapu dan melayang seperti dalam cerita Harry Potter), payung, buku, dan banyak lagi.
6. Levitasi sering membuat model/objek lelah, karena harus melompat dan melayang berulang-ulang bila gagal, blur, dll. Jangan terlalu memaksakan, istirahat dulu dan cari insiprasi untuk membuat foto levitasi yang unik di internet.
7.Pastikan cahaya yang memadai, jangan sampai berlevitasi di ruang gelap, karena objek tidak akan terlihat (hehe..)
Foto levitasi ini, bisa dilakukan bersama-sama teman-teman disekolah, rekan kerja, maupun teman bermain untuk melepas penat. Tertarik mencobanya?
Jumat, 14 September 2012
tips komposisi agar foto makin keren
Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.
Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
* Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatianSedot Perhatian
Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
Pernah tidak mengalami kejadian seperti ini?
* Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 200 saja cukup
* Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto?. Okelah, mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
Secara mendasar, ada 5 setting di kamera digital anda yang harus selalu diperiksa sebelum jari memencet tombol shutter pertama kali dalam sebuah sesi pemotretan. Silahkan:
1. Periksa Settingan White Balance Anda
Settingan White Balance
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.
2. Hidupkan Highlight Warning Kamera
Highlight Warning
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed. Selain menggunakan highlight warning, anda juga bisa memeriksa histogram di LCD kamera digital anda.
3. Periksa Setting ISO
Settingan ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dijalan raya.
Baca lebih jauh mengenai ISO disini.
4. Periksa Setting Ukuran dan Format Foto
Ukuran foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang (baca tips memotret di kebun binatang), tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.
Format foto, apakah harus memilih JPG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.
5. Periksa Settingan Mode Exposure Kamera
Setting mode eksposure
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih: Manual – Aperture Priority – Shutter Priority – Mode Program dan beberapa preset bawaan kamera digital. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.
Mengenai mode eksposur dan beberapa preset, silahkan baca lebih jauh disini.
Lakukan 5 persiapan diatas, maka acara hunting, sesi memotret maupun iseng-iseng memotret acara di RT anda akan lebih lancar dan anda juga akan terlihat lebih jago.
Teori Dasar Komposisi
Terdiri dari:
1.Komposisi Letak
2.Komposisi Warna
Komposisi Letak
Komposisi konvesional adalah obyek diletakan di tengah, baik untuk pengambilan vertikal maupun horizontal.
Kemudian muncul the third rule yang bermula dari dasar teknik melukis, dimana dalam suatu bidang dibagi atas 3 bagian horizontal dan vertikal.
The rule of third, dimasukan dalam kategori breaking the rule oleh fotografer konservatif, karena sering kali tidak ada penyeimbang di sisi yang berlawanan sehingga berkesan tidak seimbang.
The third rule mulai digemari hingga sekarang sebagai salah satu jenis rule of photography dimana awalnya, masih mengikuti hukum gravitasi dan hukum sudut pandang.
Pada perkembangannya, hukum gravitasi dan sudut pandangpun dilanggar dan malah menghasilkan foto yang unik.
Dengan adanya the third rule bukan berarti hukum-hukum konservatif sudah punah, tapi cuma dianggap tidak lagi eyecatched.
Pedoman dalam membuat konsep komposisi letak tidak ada, yang penting adalah jiwa saat membidik sudah menyatu dengan apa yang kita lihat.
Komposisi Warna
Semua orang suka dengan foto yang semarak dengan warna, namun foto yang selalu dikenang adalah foto yang menampilkan warna sesedikit mungkin.
Perpaduan warna yang menarik bukan cuma antara warna kontras dan warna pastel atau perpaduan dari kedua jenis warna tersebut.
Contoh warna yang menarik sebenarnya dapat kita ambil contoh dari keadaan sekeliling kita, contoh:
White or yellow on black (dan sebaliknya) keadaan gelapnya malam dengan terangnya siang atau terangnya lampu.
Green on brown (dan sebaliknya) rumput dengan kayu (batang pohon) atau rumput kering.
Blue on white (dan sebaliknya) langit dengan awan atau pasir dengan laut.
Grey on blue (dan sebaliknya) langit dengan awan mendung
Orange on black (dan sebaliknya) terangnya matahari sore dengan gelapnya silhouette
Langganan:
Komentar (Atom)




